Sunday, June 21, 2015

Kajian Artikel Ilmiah “Modeling What Friendship Patterns on Facebook Reveal About Personality and Social Capital”

Kajian Artikel Ilmiah “Modeling What Friendship Patterns on Facebook Reveal About Personality and Social Capital”

Judul Asli :
Modeling What Friendship Patterns on Facebook Reveal About Personality and Social Capital

Penulis :
YONG LIU, JAYANT VENKATANATHAN, JORGE GONCALVES, EVANGELOS KARAPANOS, VASSILIS  KOSTAKOS

URL        :

Abstrak :
In this study, we demonstrate how analysis of users’ social network structure—a topic that has remained until recently inconspicuous within Human-Computer Interaction (HCI) research on social systems—can contribute to our understanding of Social Networking Services (SNS) effect on users. Despite a consensus that SNS enhance people’s social capital, prior studies on SNS have provided inconsistent evidence on this process. In a multipronged study, we analyze personality, social capital, and Facebook data from a cohort of participants to model the extent to which one’s SNS reflects aspects of his or personality and affects his bridging social capital. Our empirically validated model shows that empathy and conscientiousness influence the structural holes in one’s social network, which in turn affects bridging social capital. These findings highlight the importance of network structure as an intermediary between one’s personality and the social benefits one reaps from using SNS. Our work demonstrates how the implicit structural information embedded in users’ social networks can provide key insights into users’ personality and social capital.
Categories and Subject Descriptors: J.4 [Computer Applications]: Social and Behavioral Sciences— Sociology; E.1 [Data]: Data Structures—Graphs and networks; H.5.2 [Information Interfaces and Presentation]: User Interfaces—Theory and methods
General Terms: Experimentation, Theory
Additional Key Words and Phrases: Network structure, personality, social capital, structural holes, empathy, conscientiousness, Facebook

Pengkaji :
Muhammad Reza Kahfi

Kajian :
Media sosial saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi hampir seluruh kalangan masyarakat modern. Melalui media sosial, penggunanya dapat saling berkomunikasi, berbagi pengetahuan dan pengalaman, menambah teman baru, bahkan untuk mencari hiburan. Salah satu dari sekian banyak media sosial yang dapat menawarkan pengalaman tersebut adalah Facebook. Pada artikel ini, penulis meneliti bagaimana struktur jejaring sosial, dalam hal ini adalah pola pertemanan, dapat membantu untuk memahami kepribadian dan efek sosial dari jejaring sosial tersebut pada penggunanya.

Penulis memilih Facebook sebagai bahan uji didasari dari sumber yang dicantumkan penulis, bahwa Facebook merupakan website dengan pengunjung terbanyak kedua setelah Google. Terhitung dari tahun 2012, ada lebih dari 1 milyar aktivitas tiap bulannya lewat Facebook. Penulis mencantumkan dalam artikelnya, bahwa waktu yang dihabiskan pengguna ketika mengakses Facebook berkaitan dengan perasaan dan kesepian. Pengguna yang sering mengakses ternyata memiliki kecenderungan tidak akrab dengan keluarganya sendiri daripada yang bukan pengguna. Selain itu, ada beberapa penelitian lain sejenis yang dicantumkan penulis yang bersumber dari artikel artikel lain yang digunakan sebagai referensi. Jika disimpulkan dari berbagai penelitian tersebut,  ada empat cara yang dapat digunakan untuk mengevaluasi penggunaan Facebook. Cara tersebut yaitu melalui (i) konten yang dipilih atau ditanggapi pengguna dari temannya, (ii) profil dan (iii) foto pengguna lain yang dilihat, juga (iv) jumlah pengguna memuat ulang halaman utamanya.

Pada artikel ini, penulis menggunakan beberapa pendekatan untuk menyelidiki keterkaitan antara kepribadian dan media sosial melalui pola interaksinya. Penulis menggunakan kuisioner dan aplikasi yang dikembangkan sendiri untuk mengambil semua informasi dari setiap interaksi yang ada di Facebook para partisipan. Melalui data tersebut, penulis dapat menggambarkan struktur jaringan relasi partisipan menggunakan grafik. Satu kesimpulan yang ditarik penulis berdasarkan data-data tersebut adalah bahwa sifat yang dimiliki seseorang tidak secara langsung mempengaruhi modal sosial seseorang, melainkan mempengaruhi struktur atau pola interaksi dalam media sosial. Struktur atau pola tersebutlah yang kemudian mempengaruhi modal sosial seseorang. Modal sosial atau Social Capital dalam artikel ini diartikan sebagai sekumpulan norma informal yang dimiliki seseorang untuk menjalin kerjasama lewat interaksi baik langsung maupun lewat media, dalam hal ini adalah media sosial online.

Penulis mengambil tiga faktor yang ada pada modal sosial, yaitu Empathy atau empati, Bridging Social Capital atau hubungan antar modal sosial, dan Conscientiousness atau sifat hati-hati. Kemudian ketiga faktor itu dikaitkan dengan faktor lain yang berperan besar dalam interaksi jejaring sosial. Faktor tersebut adalah Education atau pendidikan, Popularity atau popularitas, dan Structural Holes atau sebuah “lubang” dari adanya ketidakterkaitan interaksi antara relasi yang dimiliki seseorang dengan relasi lainnya. Hubungan antar faktor tersebut diilustrasikan melalui gambar berikut.
Gambar 1 Hubungan antara faktor-faktor pada modal sosial dan interaksi jejaring sosial
Terdapat beberapa batasan yang diakui penulis dalam penelitian ini. Di antaranya adalah pemilihan usia yaitu ada di rentang 23 sampai 33 tahun dan pemilihan partisipan yang memang berniat ingin berpartisipasi, bukan diambil secara acak. Selain itu, penelitian yang menggunakan kepribadian sebagai tolak ukur seperti ini tidak bisa menjadi acuan yang objektif. Ada kemungkinan partisipan memberikan jawaban yang kesannya “lebih baik” dari sifat aslinya, yang tentunya dapat mempengaruhi hasil penelitian.

Melalui penelitian ini, ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil. Sifat atau kepribadian tidak serta merta mempengaruhi modal sosial, tapi akan berpengaruh kepada struktur interaksi jejaring sosial online, dalam hal ini relasi teman dalam Facebook, yang kemudian akan berdampak ke modal sosial. Penulis berpendapat bahwa struktur tersebut berperan sebagai media yang penting untuk pembentukan modal sosial. Penulis juga menyatakan bahwa pendekatan yang dilakukan pada penelitian ini, di antaranya kuisioner dan aplikasi, masih memiliki potensi untuk menjadi sumber data bagi penelitian lebih lanjut untuk memahami perilaku pengguna dalam penggunaan media sosial online. 

Tuesday, June 9, 2015

Match Between System and The Real World - Mandiri Mobile

Match Between System and The Real World adalah salah satu dari 10 Heuristic Evaluation menurut Nielsen yang membahas mengenai apakah sebuah aplikasi disajikan dengan bahasa yang umum dan mudah dipahami, dan setiap alur yang ada sesuai dan masuk akal. 

Pada aplikasi Mandiri Mobile ini, terdapat beberapa masalah terkait dengan Match Between System and The Real World yaitu :

1. Tombol edit yang menampilkan ikon delete

Pada aplikasi ini, fitur untuk menghapus data memang bukan fitur utama. Data yang dapat dihapus berupa daftar transaksi, kontak transfer, dan transaksi favorit. Walau begitu, tetap ada kemungkinan kalau user akan menghapus data-data tersebut. Sayangnya, tombol yang berperan untuk menjalankan fungsi tersebut ditulis dengan label Edit, yang tentu kurang sesuai. Edit termasuk kata yang umum, dengan makna "merubah" Sedangkan fungsi yang disediakan oleh Mandiri Mobile adalah menampilkan ikon Delete di setiap data, yang fungsinya tentu untuk "menghapus".


Tombol Edit

Edit, yang menampilkan tombol untuk menghapus data


2. Fitur profile picture

Mandiri Mobile termasuk ke dalam kategori aplikasi pribadi. Secara keseluruhan, aplikasi ini memang tidak digunakan untuk berinteraksi, kecuali transfer. Namun, ada fiur yang kurang sesuai untuk disematkan ke dalam aplikasi ini, yaitu fitur Profile Picture. Foto profil dapat kita pilih dari galeri atau foto secara langsung. User juga dapat menghapus foto, yang jika dipilih akan menampilkan foto default. Profile Picture tersedia di halaman utama dan halaman transaksi. Hal yang janggal dan tidak biasa adalah fitur yang ada di halaman utama tidak sinkron dengan foto yang ada di halaman transaksi, sehingga user harus mengupload dua kali jika benar-benar ingin memasang foto favoritnya. Tentunya foto tersebut hanya dapat dilihat oleh user itu sendiri.

Fitur Profile Picture pada halaman utama

Pilihan yang dapat digunakan dalam fitur Profile Picture
Foto yang tidak sinkron dengan halaman utama


Menurut saya, solusi yang dapat dilakukan adalah :

1. Solusi "Tombol edit yang menampilkan ikon delete"

    Mengganti label Edit dengan label yang sesuai, misalnya Delete.



2. Solusi "Fitur profile picture"

    Jika memang bukan merupakan kebutuhan dan tidak ada fungsinya, mungkin lebih baik dihapus. Jika tetap harus tersedia, seharusnya foto di semua halaman sinkron satu sama lainnya.

Berdasarkan Severity Ratings menurut Nielsen, saya memberi nilai 2 (Minor Problem : Low Priority) untuk kedua masalah di atas.

Monday, June 8, 2015

Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors - Mandiri Mobile

Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors adalah salah satu dari 10 Heuristic Evaluation menurut Nielsen yang membahas mengenai apakah pesan error pada sebuah aplikasi sudah tampil dengan bahasa yang mudah dipahami (bukan berupa kode), sesuai dengan masalah, dan memberikan solusi.

Pada aplikasi Mandiri Mobile ini, terdapat beberapa masalah terkait dengan Help Users Recognize, Diagnose, and Recover from Errors yaitu :

1. Pesan error saat aplikasi offline tidak sesuai

Mandiri Mobile tentunya tidak dapat dipisahkan dengan jaringan internet. Seluruh fungsi utama pada aplikasi ini memang hanya tersedia dalam keadaan online. Jika ternyata aplikasi masuk ke mode offline, tentu sebaiknya user diberi tahu. Sayangnya pada aplikasi ini, pesan error yang muncul kurang sesuai. Pesan error yang tidak sesuai bisa saja membuat user bingung dan salah paham. Pada kasus ini, pesan error yang muncul hanya mengatakan transaksi tidak dapat diproses, tanpa memberitahu apa penyebabnya. Padahal itu terjadi hanya karena offline.

Pesan error ketika aplikasi dalam keadaan offline.


2. Ketika tidak ada interaksi pada waktu yang lama, error yang muncul juga tidak sesuai

Masih membahas pesan error, ada kasus lain yang muncul di aplikasi ini. Pesan error yang tampil ketika tidak ada interaksi dalam waktu yang lama (time-out) justru memberitahu user untuk memeriksa jaringan. Jika dilihat dari kalimatnya, justru pesan ini lebih cocok untuk kasus offline sebelumnya. Sebagai aplikasi perbankan, waktu penggunaan aplikasi ketika tidak ada interaksi memang seharusnya diberi waktu time-out, tapi tentu dengan memberi pesan error yang sesuai.

Pesan error ketika time-out
Menurut saya, solusi yang dapat dilakukan adalah :

1. Solusi "Pesan error saat aplikasi offline tidak sesuai"

    Menampilkan pesan error yang menyatakan aplikasi offline, atau memberitahu user untuk mengecek jaringan internetnya.



2. Solusi "Ketika tidak ada interaksi pada waktu yang lama, error yang muncul juga tidak 
    sesuai"

    Menampilkan pesan error yang memberi informasi pada user untuk membuka ulang aplikasi. Lebih baik lagi jika user diberi tahu berapa banyak waktu yang tersedia tanpa interaksi.


Berdasarkan Severity Ratings menurut Nielsen, saya memberi nilai 2 (Minor Problem : Low Priority) untuk kedua masalah di atas.

Sunday, June 7, 2015

Aesthetic and Minimalist Design - Mandiri Mobile

Aesthetic and Minimalist Design adalah salah satu dari 10 Heuristic Evaluation menurut Nielsen yang membahas mengenai apakah sebuah aplikasi memuat konten yang sesuai dan benar-benar dibutuhkan serta memiliki nilai estetika.

Pada aplikasi Mandiri Mobile ini, terdapat beberapa masalah terkait dengan Aesthetic and Minimalist Design yaitu :

1. Transisi menu di halaman utama terlalu berlebihan dan sulit dipilih

Sekilas menu di halaman utama Mandiri Mobile terlihat bagus, dengan menyediakan ikon-ikon menarik dan efek yang bagus. Menu tersebut terdiri dari 5 pilihan, yang berisi konten-konten pendukung aplikasi ini. Ada 2 mode tampilan menu, yaitu Carousel dan Coverflow. Masalahnya adalah, untuk aplikasi perbankan mobile seperti ini butuh desain yang simple dan mudah digunakan. Kedua mode ini ternyata membuat menu cukup sulit dipilih, karena user memilih menu dengan menggunakan touch-screen. Untuk memilih menu, user harus memutar daftar menu yang ada dengan hati-hati.

Menu dengan tampilan Carousel

Menu dengan tampilan Coverflow

2. Menu Kurs Spesial yang tidak memiliki konten

Pada aplikasi ini, terdapat salah satu menu yang kurang jelas fungsinya untuk apa. Menu tersebut adalah Kurs Spesial, yang ada di dalam menu Kurs & Suku Bunga. Ketika dipilih, menu ini hanya menampilkan tulisan yang memberitahu user untuk mendatangi kantor cabang terdekat.

Tampilan menu Kurs & Suku Bunga
Tampilan menu Kurs Spesial yang isinya tidak tepat 

Menurut saya, solusi yang dapat dilakukan adalah :

1. Solusi "Transisi menu di halaman utama terlalu berlebihan dan sulit dipilih"

    Membuat menu dengan transisi yang lebih sederhana atau bahkan tanpa transisi. Misalnya dengan menyediakan tipe menu dengan layout Thumbnail atau Grid.

2. Solusi "Menu Kurs Spesial yang tidak memiliki konten"

    Sebaiknya, konten pada menu ini diisi terlebih dahulu. Jika memang benar-benar tidak bisa digunakan lewat aplikasi dan harus melalui kantor cabang, lebih baik ditiadakan saja, atau dipindahkan ke urutan terbawah.


Berdasarkan Severity Ratings menurut Nielsen, saya memberi nilai 3 (Major Problem : High Priority / diutamakan untuk diselesaikan dulu) untuk kedua masalah di atas.

Saturday, June 6, 2015

Consistency and Standards - Mandiri Mobile

Consistency and Standards adalah salah satu dari 10 Heuristic Evaluation menurut Nielsen yang membahas mengenai apakah sebuah aplikasi sudah konsisten di seluruh konten yang ada dan sesuai dengan standar pada umumnya.

Pada aplikasi Mandiri Mobile ini, terdapat beberapa masalah terkait dengan Consistency and Standards yaitu :

1. Nilai uang tidak menggunakan separator ribuan

Mandiri mobile, sebagai aplikasi perbankan tentunya didominasi dengan transaksi yang berhubungan dengan uang. Oleh karena itu, seluruh alur interaksi idealnya didesain sedimikian rupa agar memudahkan nasabah dalam bertransaksi. Namun sayangnya, dalam menu pembelian maupun transfer, nilai uang tidak dipisah dengan separator ribuan. Mungkin bagi user yang muda, ini tidak terlalu berpengaruh, namun bagi user yang lebih tua tentunya akan sedikit kesulitan apalagi jika menggunakan uang dengan nominal yang besar.

Uang dengan nominal yang besar sulit dilihat nilainya tanpa separator ribuan

2. Letak tombol Ok dan Batal tidak konsisten

Sebuah aplikasi tentunya harus menjaga konsistensi seluruh konten yang ada. Seperti label pada tombol, bentuk font, warna, juga tata letak. Kekonsistenan akan berdampak pada kemudahan user dalam menggukan aplikasi. Pada Mandiri Mobile, terdapat satu ketidakkonsistenan yang mencolok pada letak tombol, yaitu pada tombol Ok dan Batal. Pada pop-up konfirmasi log-out, letak tombol Ok ada di sebelah kiri, sedangkan Batal ada di sebelah kanan. Namun, ketika di halaman transaksi, tombol Batal dan Ok berada di tempat sebaliknya. Pada android, standar peletakan tombol konfirmasi adalah di sebelah kanan.

Halaman pop-up ketika log-out

Halaman transaksi


Menurut saya, solusi yang dapat dilakukan adalah :

1. Solusi "Nilai uang tidak menggunakan separator ribuan"

    Memberikan separator ribuan pada nilai uang agar memudahkan user.


2. Solusi "Letak tombol Ok dan Batal tidak konsisten"

    Menyeragamkan letak tombol Ok dan Batal di seluruh halaman agar konsisten.


Berdasarkan Severity Ratings menurut Nielsen, saya memberi nilai 2 (Minor Problem : Low Priority) untuk kedua masalah di atas.

Error Prevention - Mandiri Mobile

Error Prevention adalah salah satu dari 10 Heuristic Evaluation menurut Nielsen yang membahas mengenai apakah sebuah aplikasi menyediakan interaksi yang mampu mencegah user untuk melakukan kesalahan. 

Pada aplikasi Mandiri Mobile ini, terdapat beberapa masalah terkait dengan Error Prevention yaitu :

1. Tidak ada konfirmasi saat menghapus konten

Mandiri Mobile menyediakan layanan untuk menghapus data pribadi atau history yang kita punya. Seperti daftar transaksi transfer, daftar tujuan transfer, dan transfer favorit. Namun ternyata, ada yang kurang dari layanan tersebut, yaitu tidak adanya konfirmasi ketika menghapus data. 

Ketika tombol silang ditekan, data langsung terhapus tanpa adanya konfirmasi

2. Data yang dihapus akan tetap hilang tanpa menekan tombol Done 

Masalah ini masih berkaitan dengan masalah sebelumnya, Data yang dihapus ternyata tetap hilang tanpa menenekan tombol Done di bagian kanan atas. Skenario yang mungkin terjadi adalah user ingin menghapus data dan menekan silang, namun berubah pikiran dan membatalkan niatnya dengan kembali ke halaman sebelumnya tanpa menekan tombol Done. Ternyata, data tetap terhapus dari daftar kotak pesan.

Seolah tombol done hanya berfungsi untuk kembali, bukan benar-benar menghapus

Menurut saya, solusi yang dapat dilakukan adalah :

1. Solusi "Tidak ada konfirmasi saat menghapus konten"

    Menyediakan popup konfirmasi ketika user menghapus data.


2. Solusi "Data yang dihapus akan tetap hilang tanpa menekan tombol Done"

    Data tidak terhapus jika user tidak menekan tombol Done.


Berdasarkan Severity Ratings menurut Nielsen, saya memberi nilai 2 (Minor Problem : Low Priority) untuk kedua masalah di atas.


Wednesday, May 13, 2015

Visualisasi Informasi Tindak Pidana di Pulau Jawa

   Postingan kali ini merupakan Ujian Visualisasi Informasi untuk Mata Kuliah Interaksi Manusia dan Komputer.

   Data akan berguna jika dapat memberikan informasi kepada pembaca. Hal itu dapat dilakukan dengan menyajikan data dalam bentuk visual, salah satunya Infograph. Data yang awalnya berupa tabel yang sulit untuk dibaca, disajikan dalam bentuk yang lebih sederhana, menarik, dan informatif. Aplikasi yang digunakan untuk membuat visualisasi informasi pada posting ini adalah infogram.

   Data yang dipilih untuk diolah adalah data Tindak Pidana, dari buku Statistika Indonesia halaman 167-170. Dari data tindak pidana seluruh provinsi di Indonesia, diambil data-data dari pulau Jawa saja, yang meliputi Metro Jaya, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. Kemudian difokuskan lagi ke data Jawa Barat untuk penekanan fakta. Data yang digunakan adalah jumlah tindak pidana, risiko penduduk terjadi tindak pidana per seribu orang, persentase penyelesaian tindak pidana, dan selang waktu terjadi tindak pidana. Dua data terakhir difokuskan untuk Provinsi Jawa Barat saja.

  Berikut adalah visualisasi informasi dari data Tindak Pidana di Pulau Jawa.
  Infograph Tindak Pidana