Monday, February 23, 2015

JANUS, An Innovative Evolution of the Persistence of Vision Display

Postingan kali ini merupakan tugas Mata Kuliah Grafika Komputer, mengenai kajian teknik grafika komputer dengan sumber Siggraph.org.


JANUS adalah sebuah projek yang dikembangkan oleh sebuah badan yang bernama Design Media and HCI labs of Kaist, berlokasi di Daejon, Korea Selatan.


JANUS pertama kali ditampilkan di SIGRAPPH 2014 dengan kategori Emerging Technologies. Projek ini memanfaatkan sifat (POV) Persistence Of Vision, yaitu sifat dari mata manusia yang tetap menyimpan gambar yang sudah dilihat dalam waktu tertentu, sehingga ketika ada gambar lain, maka gambar sebelumnya dan gambar yang baru akan terlihat seolah-olah bergerak. Sifat ini merupakan sifat dasar yang dimanfaatkan dalam rekaman film dan pembuatan animasi.

JANUS dapat digunakan oleh 2 pengguna yang saling berhadapan !
JANUS dibuat dengan tujuan untuk mengatasi keterbatasan yang ada saat menggunakan layar LED biasa, yang hanya bisa dilihat lewat satu sisi. Memang, suatu objek tetap dapat ditampilkan lewat sebuah layar transparan, tapi akan muncul masalah lain yaitu objek tersebut akan terlihat terbalik oleh pengguna yang ada diseberangnya. Untuk mengatasi hal itu, projek ini memungkinkan gambar terlihat lewat dua sisi, yaitu depan dan belakang layar dengan ukuran dan perspektif yang sama, sehingga setiap pengguna dapat saling mengoperasikan layar dengan baik.

96 x 2 Mini LEDs
Secara teknis, objek atau gambar yang muncul di layar adalah hasil dari perputaran sebuah bilah yang berbentuk seperti kincir yang ditempel 96 tri-color LED dan berputar sangat cepat (dapat menembus 1,000 RPM) sehingga akan menghasilkan gambar seperti hologram full-color untuk pengguna di kedua sisi. Namun tenang saja, bilah tersebut diapit dengan dua layar kaca yang kokoh yang dapat melindungi pengguna sekaligus sebagai media input dengan sensor sentuh.

Hologram yang dihasilkan dari Mini LEDs

Walaupun ini bukan solusi yang sempurna untuk menampilkan hologram, inovasi dengan memanfaatkan POV ini terbilang unik di bidangnya dan sangat memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Pada video yang disertakan, di bagian game Ping Pong, terlihat adanya interaksi antar layar. Objek pada layar tidak terlihat flat, tapi berpindah antara layar satu ke layar lainnya.

1 comment: